BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Pemberlakuan pasar bebas di era globalisasi sangat berpengaruh terhadap perdagangan ekspor dan impor, serta industri, baik industri besar, menengah maupun kecil. Agar suatu produk mempunyai daya saing untuk dapat menembus pasar global, proses standardisasi harus diterapkan. Suatu produk dikatakan bermutu apabila produk tersebut sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan oleh standar dan regulasi yang berlaku.
Suatu produk yang berdaya-saing internasional, umumnya ditunjukkan oleh beberapa faktor: harga, mutu, waktu penyerahan (time delivery) dan aspek lingkungan. Mutu sebagai salah satu faktor daya saing sangat dipengaruhi oleh: sistem manajemen, teknologi, SDM, sarana dan standar produk. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian dan pengembangan di bidang sistem mutu dan teknologi pengujian, untuk mendukung peningkatan daya saing produk nasional.
Pengujian dan mutu yang merupakan bagian dari MSTQ (Metrology, Standard, Testing and Quality) sudah merupakan tuntutan dan persyaratan untuk memenangi persaingan dalam perdagangan global. Di samping itu, pengujian sangat dibutuhkan untuk membatasi produk dari luar negeri yang semakin membanjiri pasar dalam negeri, dengan menerapkan standar persyaratan keamanan, keselamatan, kesehatan dan perlindungan lingkungan.
Terlebih lagi dengan telah ditandatanganinya Mutual Recognition Arrangement (MRA)1 di sektor elektronik dan peralatan kelistrikan antarnegara ASEAN pada tanggal 5 April 2002, tuntutan akan pentingnya pengujian di sektor tersebut menjadi semakin mendesak. Hal ini merupakan bagian dari harmonisasi regulasi teknis yang diberlakukan di masing-masing negara ASEAN.
Usaha berorientasi ekspor menjadi peluang yang cukup menguntungkan. Mungkin tak sedikit pengusaha, terutama golongan kecil ataupun menengah, juga ingin melayani pasar luar negeri dengan produk barangnya tetapi terbentur pada minimnya kemampuan, keterampilan, dan pengetahuan akan seluk beluk ekspor. Karena itu cita-cita melakukan ekspor menjadi terhambat.
Akibat tak paham seluk-beluk administrasi ekspor, seorang pengusaha yang mencoba melakukan ekspor perdana produk bola sepaknya mengalami kerugian. Padahal jika tahu bahwa soal ekspor-mengekspor ada "sekolah"-nya, kerugian mungkin tak terjadi. Ilmu ekspor-mengekspor itu setidaknya bisa digali lewat Pendidikan dan Pelatihan Ekspor-Impor yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga pendidikan.
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) adalah salah satu Institusi yang menyelenggarakan pendidikan tinggi yang dapat mengambil peluang investasi pengelolaan keuangan dengan membuka atau menyelenggarakan pelatihan/kursus yang berkaitan dengan ekspor-impor tersebut.
Tujuan dari prinsip-prinsip pengelolaan keuangan adalah menyediakan pemahaman tentang cara perusahaan/lembaga bisnis memperoleh dan mengalokasikan dana yang dimilikinya dikenal dengan keputusan pembelanjaan, menyediakan pemahaman tentang menguji kelayakan suatu investasi yang disebut dengan keputusan investasi dan kebijakan tentang pemberian deviden kepada pemegang saham atau yang disebut dengan keputusan deviden. Dari ketiga keputusan tersebut merupakan hal yang harus diputuskan oleh pengelola keuangan di dalam menjalankan bisnisnya.
Kombisasi dari ketiga keputusan tersebut, keputusan investasi sebagai keputusan yang paling penting bagi pengelolaan keuangan. Semua bagian dari perusahaan yaitu produksi, pemasaran dan lain-lain, juga sangat terpengaruh oleh keputusan investasi ini. Dengan demikian semua eksekutif terlepas dari tanggung jawab utamanya, harus mengetahui bagaimana keputusan investasi dilakukan.
Pendidikan atau pelatihan yang akan diselenggarakan ini lebih bersifat penyiapan sumber daya manusia di bidang ekspor. Namun, peserta pendidikan dan pelatihan itu tidak otomatis sukses dalam melakukan ekspor. Berhasil tidaknya peserta atau perusahaan tempat peserta bekerja masih tergantung banyak hal. Yang pasti, mereka setidaknya telah mendapat bekal tambahan pengetahuan dan keterampilan di bidang ekspor.
Berdasarkan konsep pengembangan usaha yang dilakukan oleh Ubhara Jaya, kampus II yang berada di Bekasi merupakan tempat yang tepat untuk diselenggarakannya pendidikan dan pelatihan tersebut. Melihat peta perkembangan kota Bekasi, tidak dapat disangkal, letak wilayah Bekasi sangat strategis sebagai wilayah penyangga ibu kota negara Jakarta. Kenyataannya, Jakarta sebagai pusat Pemerintahan, Pusat Bisnis, Pusat Pendidikan tidak dapat menampung seluruh kegiatan masyarakat. Sebagian besar masyarakat yang bekerja di Jakarta tidak lagi mendapat hunian yang layak dalam wilayah kota Jakarta. Sebagian masyarakat yang bekerja di Jakarta, telah memilih bertempat tinggal di Wilayah Bekasi. Hal ini ditandai dengan maraknya pembangunan perumahan, baik rumah-rumah sederhana maupun rumah-rumah mewah telah tersebar di wilayah Bekasi. Ini berarti tingkat kepadatan penduduk Bekasi semakin meningkat, jumlah penduduk bertambah dengan cepat.
Di Wilayah kabupaten Bekasi yang merupakan kota Industri sangat mendukung sebagai peluang yang memudahkan pembangunan penerapan ilmu dan teknologi yang dikembangkan oleh Ubhara Jaya terutama yang berkaitan dengan ekspor dan impor.
Calon pengusaha, pengusaha kecil atau menengah, karyawan perusahaan produsen komoditas ekspor, atau siapa pun, bisa menimba ilmu dan keterampilan bidang ekspor yang lebih detail dan applicable.
1.2 Perumusan Masalah
Dalam tesis ini penulis akan membahas masalah studi kelayakan penyelenggaraan pelatihan/kursus Expor-Impor di Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Ubhara Jaya, dalam mengantisipasi adanya peluang akan penguasaan ilmu ekspor dan impor, sebagai rumusan masalah akan diuraikan mengenai :
“Apakah usulan investasi proyek penyelenggaraan pelatihan/kursus ekspor-impor tersebut dapat diterima dan direalisasikan berdasarkan aspek pasar dan pemasaran, aspek teknik/produksi, aspek manajemen, aspek sumber daya manusia, aspek keuangan dan aspek yuridis?”
1.3 Tujuan Penelitian
1. Dari sisi lembaga organisasi, untuk melihat factor-faktor apa saja yang diuntungkan atau dirugikan dengan adanya pengembangan ilmu pengetahuan khususnya dalam penyelenggaraan pelatihan/kursus ekspor-impor.
2. Dari sisi investasi, untuk memberikan bahan kajian analisis studi kelayakan proyek, agar menjadi jelas apakah proyek tersebut dapat dilaksanakan atau tidak.
1.4 Manfaat Penelitian
a Bagi Ilmu Pengetahuan:
Memberikan kontribusi terhadap pengembangan khasanah ilmu pengetahuan, artinya dapat menambah referensi bagi peneliti lain, yang ingin menganalisa tentang kelayakan proyek.
b Bagi Pihak Ubhara Jaya
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan masukan/informasi yang berguna bagi pihak Ubhara Jaya dan penyandang dana (Yayasan) dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.
Showing posts with label Study Kelayakan Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Study Kelayakan Bisnis. Show all posts
1/17/10
STUDI KELAYAKAN AKADEMIK SEKOLAH TINGGI ILMU KOMUNIKASI
A. PENDAHULUAN
Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasin Jakarta meskipun tergolong muda dan baru namun telah melalui kajian analitis di fakultas hokum dan fakultas teknik dalam mengantisipasi perkembangan global abad 21. Itu sebabnya Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi memiliki program pendidikan yang kompetitif dan inovatif.
Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi telah membuktikan pengabdiannya dalam bidang pendidikan untuk membnagu bangsa Indonesia dengan mempersiapkan sumber daya manusia yang bias mengisi dan menghadapi tantangan gllobalisasi. Kiprah Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi perlu terus dikembangkan dalam didiplin ilmu-ilmu lain untuk memberi kesempatan kepada generasi muda menentukan keahlian yang akan mereka miliki mengisi lapangan kerja yang semakin kompetitif.
Globalisasi yang membuat pasar bebas menuntut sumber daya manusia yang handal dalam segala bidang. Dampak globalisasi akan banyak merugikan bangsa Indonesia jika sumber daya manusia dalam negeri tidak siap bersaing dengan sumber daya manusia dari negara lain. Karena dalam era globalisasi dimungkinkan orang asing mengisi lowongan kerja yang ada di Indonesia.
Misalnya dalam perkembangan teknologi komunikasi. Di Indonesia, bidang ini sangat pesat dalam pertumbuhannya. Ahli-ahli yang di butuhkan untuk mengisi lapangan pekerjaan ini masih sangat kurang. Oleh karena itu perlu dibuka program studi yang mempersiapkan lulusannya menjadi ahli dalam bidang tersebut.
B. PROSPEK PROGRAM STUDI
Setelah reformasi bergulir di Indonesia, komunikasi di Indonesia berkembang sangat pesat. Hal ini terbukti dari tumbuhnya media massa sangat signifikan . Ratusan penerbit media massa berdiri, misalnya di setiap kabupaten sudah ada penerbitan media cetak. Kemudian 3 stasiun sudah melakukan siaran percobaan tahun 2001 ini dan beberapa stasiun lagi sedang mempersiapkan untuk mengudara. Di bidang penyiaraan radio tidak kalah cepat perkembangannya. Puluhan stasiun radio berdiri, dan beberapa stasiun radio sudah mampu menjangkau siaran nasional.
Perkembangan ini membutuhkan banyak sekali ahli komunikasi untuk mengisi lapangan kerja yang tersedia.
Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasin Jakarta meskipun tergolong muda dan baru namun telah melalui kajian analitis di fakultas hokum dan fakultas teknik dalam mengantisipasi perkembangan global abad 21. Itu sebabnya Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi memiliki program pendidikan yang kompetitif dan inovatif.
Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi telah membuktikan pengabdiannya dalam bidang pendidikan untuk membnagu bangsa Indonesia dengan mempersiapkan sumber daya manusia yang bias mengisi dan menghadapi tantangan gllobalisasi. Kiprah Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi perlu terus dikembangkan dalam didiplin ilmu-ilmu lain untuk memberi kesempatan kepada generasi muda menentukan keahlian yang akan mereka miliki mengisi lapangan kerja yang semakin kompetitif.
Globalisasi yang membuat pasar bebas menuntut sumber daya manusia yang handal dalam segala bidang. Dampak globalisasi akan banyak merugikan bangsa Indonesia jika sumber daya manusia dalam negeri tidak siap bersaing dengan sumber daya manusia dari negara lain. Karena dalam era globalisasi dimungkinkan orang asing mengisi lowongan kerja yang ada di Indonesia.
Misalnya dalam perkembangan teknologi komunikasi. Di Indonesia, bidang ini sangat pesat dalam pertumbuhannya. Ahli-ahli yang di butuhkan untuk mengisi lapangan pekerjaan ini masih sangat kurang. Oleh karena itu perlu dibuka program studi yang mempersiapkan lulusannya menjadi ahli dalam bidang tersebut.
B. PROSPEK PROGRAM STUDI
Setelah reformasi bergulir di Indonesia, komunikasi di Indonesia berkembang sangat pesat. Hal ini terbukti dari tumbuhnya media massa sangat signifikan . Ratusan penerbit media massa berdiri, misalnya di setiap kabupaten sudah ada penerbitan media cetak. Kemudian 3 stasiun sudah melakukan siaran percobaan tahun 2001 ini dan beberapa stasiun lagi sedang mempersiapkan untuk mengudara. Di bidang penyiaraan radio tidak kalah cepat perkembangannya. Puluhan stasiun radio berdiri, dan beberapa stasiun radio sudah mampu menjangkau siaran nasional.
Perkembangan ini membutuhkan banyak sekali ahli komunikasi untuk mengisi lapangan kerja yang tersedia.
8/16/09
STUDI KELAYAKAN AKADEMIK SEKOLAH TINGGI ILMU KOMUNIKASI
SEKOLAH TINGGI ILMU KOMUNIKASI JAKARTA
JAKARTA, JUNI 2008
STUDI KELAYAKAN AKADEMIK SEKOLAH TINGGI ILMU KOMUNIKASI
A. PENDAHULUAN
Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasin Jakarta meskipun tergolong muda dan baru namun telah melalui kajian analitis di fakultas hokum dan fakultas teknik dalam mengantisipasi perkembangan global abad 21. Itu sebabnya Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi memiliki program pendidikan yang kompetitif dan inovatif.
Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi telah membuktikan pengabdiannya dalam bidang pendidikan untuk membnagu bangsa Indonesia dengan mempersiapkan sumber daya manusia yang bias mengisi dan menghadapi tantangan gllobalisasi. Kiprah Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi perlu terus dikembangkan dalam didiplin ilmu-ilmu lain untuk memberi kesempatan kepada generasi muda menentukan keahlian yang akan mereka miliki mengisi lapangan kerja yang semakin kompetitif.
Globalisasi yang membuat pasar bebas menuntut sumber daya manusia yang handal dalam segala bidang. Dampak globalisasi akan banyak merugikan bangsa Indonesia jika sumber daya manusia dalam negeri tidak siap bersaing dengan sumber daya manusia dari negara lain. Karena dalam era globalisasi dimungkinkan orang asing mengisi lowongan kerja yang ada di Indonesia.
Misalnya dalam perkembangan teknologi komunikasi. Di Indonesia, bidang ini sangat pesat dalam pertumbuhannya. Ahli-ahli yang di butuhkan untuk mengisi lapangan pekerjaan ini masih sangat kurang. Oleh karena itu perlu dibuka program studi yang mempersiapkan lulusannya menjadi ahli dalam bidang tersebut.
B. PROSPEK PROGRAM STUDI
Setelah reformasi bergulir di Indonesia, komunikasi di Indonesia berkembang sangat pesat. Hal ini terbukti dari tumbuhnya media massa sangat signifikan . Ratusan penerbit media massa berdiri, misalnya di setiap kabupaten sudah ada penerbitan media cetak. Kemudian 3 stasiun sudah melakukan siaran percobaan tahun 2001 ini dan beberapa stasiun lagi sedang mempersiapkan untuk mengudara. Di bidang penyiaraan radio tidak kalah cepat perkembangannya. Puluhan stasiun radio berdiri, dan beberapa stasiun radio sudah mampu menjangkau siaran nasional.
Perkembangan ini membutuhkan banyak sekali ahli komunikasi untuk mengisi lapangan kerja yang tersedia.
1. Prospek bidang Jurnalistik
Hingga saat ini yang tercatat secara resmi media massa sebagai berikut:
Dari gambar di atas dapat diketahui bahwa bidang jurnalistik memerlukan tenaga ahli yang sangat luas. Bila dirinci bidang-bidang keahlian yang menangani media massa meliputi Reporter, Editor, Photographer, Redaktur, presenter, Penyiar, Penyusun program acara siaran dan Kamerawan.
2. Prospek Bidang Hubungan Masyarakat
Seiring dengan perkembangan zaman dan semakin kompleksnya pekerjaan hampir di semua sektor kehidupan dipandang perlu dilakukan peningkatan kemampuan sumber daya manusianya.
Masalah demonstrasi, unjuk rasa, kerusuhan, dan tuntutan pegawai banyak terjadi belakangan ini. Penyebabnya juga beraneka ragam pada pihak karyawan atau buruh. Misalnya kelebihan pegawai –pegawainya yang tidak memiliki kemampuan, pegawai yang memiliki karakter agresifitas tinggi sehingga menjadi provokator terjadinya demonstrasi, PHK, gaji kurang, kondisi pekerjaan tidak layak dan monoton.
Demonstrasi, unjuk rasa, kerusuhan, dan tuntutan-tuntutan lainnya tidak terjadi secara tiba-tiba. Pasti ada proses sebelum terjadi tindakan-tindakan yang tidak diinginkan .Demonstrasi, unjuk rasa, kerusuhan, dan tuntutan lainnya dapat berakibat fatal bila tidak diambil jalan keluar . Masalah-masalah sosial dalam perusahaan harus di tangani dengan baik dan serius. Orang yang menanganinya juga memiliki kemampuan yang baik pula. Jarang sekali dalam perusahaan yang menyediakan lembaga Humas yang menjembatani hubungan antara perusahaan dengan pemegang saham, karyawan, perusahaan dengan karyawan atau buruh, perusahaan dengan pemerintah, perusahaan dengan pelanggan, perusahaan dengan konsumen, perusahaan dengan lingkungannya. Penanganan yang tidak serius atau sekedarnya akan mempercepat terjadinya konflik.
Humas yang baik adalah yang bisa mencium akan terjadinya kerusuhan, mengantisipasi demonstrasi, bisa mendeteksi tuntutan-tuntutan orang lain terhadap perusahaan, dan bisa mengendus adanya rumor di dalam perusahaan yang menjadi pemicu tindakan brutal. Selanjutnya dapat mencari format solusi pada tuntutan yang terjadi dan mengusulkan kepada pimpinan perusahaan, tindakan-tindakan alternatif penyelesaian.
Humas yang baik tidak bersebrangan dengan perusahaan. Karena itu, humas yang baik perlu diberi pembinaan yang antisipasif pada perkembangan jaman. Humas bukan hanya meng-klippingkan berita-berita, bukan hanya menerbitkan majalah, internal, bukan hanya protokoler, bukan hanya kepanitiaan suatu acara atau bukan MC. Bahkan banyak orang-orang yang di tempatkan dalam humas sebagai (mutasi) pembuangan karyawan yang kurang sejalan dengan pimpinan. Orang seperti ini tidak akan bekerja dengan baik dalam bidang kehumasan bahkan cfenderung menimbulkan masalah.
Karena itu setiap peruswahaan yang memiliki karyawan relatif banyak sangat memerlukan Humas yang baik. Bukan hanya sekedar nama, adanya lembaga Humas, tetapi tindakan-tindakan kehumasan yang benar-benar dijalankan di perusahaan. Bisa membangun hubungan yang baik dengan semua publik perusahaan dan bisa membangun citra (image). Bila tidak, konflik kepentingan akan semakin meningkat dan akibat fatal akan terjadi.
3. Prospek Bidang Periklanan
Berdasarkan informasi yang diperoleh biro iklan yang tercatat resmi sebanyak 232 perusahaan periklanan dan masih banyak yang belum tercatat di PPPI dengan pendidikan starta satu (S1). Hal ini menunjukkan masih banyak sekali tenaga kerja yang dibutuhkan dalam bidang ini.
Di sisi lain perkembangan ekonomi dari media massa akan membawa dampak yang sangat baik bag pertumbuhan periklanan di tanah air. Hal ini terbukti dari total belanja iklan selama tahun 1999 berjumlah Rp. 4,6 triliun meningkat menjadi RP. 5,9 triliun tahun 2000.
Pada tahun 2001 ditargetkan mencapai angka Rp. 7,7 triliun lebih, atau meningkat sebesar 30% ( Media Indonesia, 20 Juni 2001 ).
Hal lain yang mendukung prospek di bidang periklanan adalah makin berkembangnya industri media massa baik itu media cetak, seperti surat kabar, tabloid, majalah maupun media elektronik seperti stasiun televisi swasta yang semakin berkembang dan bertambah jumlahnya, demikian halnya dengan stasiun radio.
Dengan demikian bidang ini masih membutuhkan tenaga kerja yang sangat banyak.
C. TIDAK MEMBEBANI PEMERINTAH
Pembukaan program studi komunikasi tidak akan membebani pemerintah secara finansial, karena Sekolah Tinggi Komunikasi Jakarta telah memiliki sarana dan prasarana yang sudah memadai seperti gedung, tenaga pengajar, perpustakaan dan laboratorium.
Selain itu program studi ini dikelola oleh tenaga ahli dan berpengalaman di bidangnya. Penyusunan kurikulum disesuaikan dengan kebutuhan lapangan kerja. Karena sebagian besar pengajar adalah ahli komunikasi dan praktisi komunikasi.
D. MENGENDALIKAN PASOK LULUSAN
Dalam hal menjaga keseimbangan untuk tidak terjadi pasok lulusan berlebihan, dilakukan dengan membatasi jumlah penerimaan mahasiswa melalui seleksi, dengan selalu memperhatikan industri, media massa , kehumasan, dan periklanan.
Dalam upaya mengantisipasinya perkembangan ketiga program studi tersebut, maka dilakukan relokasi dengan asumsi bahwa komunikasi adalah core yang membawahi ketiga program studi tersebut.
Sementara untuk mengantisipasi kondisi tentatif terhadap mutu lulusan dilakukan seleksi yang ketat terhadap tenaga pengajar. Para pengajar diseimbangkan antara akademisi dan praktisi sehingga mereka bisa memberi jalan bagi alumni di dalam mencari lapangan kerja.
Alternatif lain, akan dibina hubungan dengan perusahaan yang bergerak dalam bidang komunikasi untuk membuat kerjasama dalam mengukur kualitas lulusan yang mereka harapakan.
E. MENJAGA PERSAINGAN SEHAT
Memperhatikan perguruan tinggi yang menyelenggarakan program studi ini akan dijalin kerjasama lintas perguruan untuk mendapatkan standarisasi kurikulum dan lulusannya. Sehingga ada persaingan yang sehat di antara sesama program studi komunikasi.
F. KONTRIBUSI LULUSAN KEPADA MASYARAKAT
Dalam hal memberi layanan kepada masyarakat dapat dikemukakan hampir semua bidang kehidupan berhubungan dengan komunikasi. Karena itu lulusan program studi komunikasi akan membantu masyarakat dalam menciptakan komunikasi. Karena itu lulusan program studi komunikasi akan membantu masyarakat dalam menciptakan komunikasi yang efektif dan efisien melalui tiga bidang kekhususan tadi.
Jurusan jurnalistik akan memberikan layanan pemberitaan yang baik dan benar sehingga masyarakat dengan mudah memahami segala persoalan yang muncul dan diberitakan di media massa.
Jurusan kehumasan akan memberi layanan membina hubungan yang baik antara sesama anggota masyarakat, baik dalam organisasi (internal) maupun di luar organisasi (eksternal). Dengan demikian akan tercipta saling pengertian antara semua pihak.
Jurusan periklanan akan memberi layanan dalam membantu perusahaan untuk memasarkan produk-produk dengan beriklan yang baik sehingga dapat meningkatkan keuntungan bagi perusahaan. Masyarakat pun akan secara tidak langsung akan merasa terbantu untuk menilai produk yang baik untuk mereka konsumsi.
G. KURIKULUM
Untuk mencapai tujuan pembukaan program studi ini telah disusun kurikulum ketiga bidang kekhususan dengan memperhatikan Kurikulum Operasional yang telah digariskan oleh pemerintah (terlampir)
H. PENUTUP
Berdasarkan uraian di atas kami menyimpulkan bahwa masih perlu dibuka program studi komuniksi di Sekolah Tinggi Komunikasi Jakarta dengan tiga bidang bidang kekhususan, jurnalistik, hubungan antar masyarakat, dan periklanan.
Untuk itu kami mohon agar Bapak mengijinkan kami untuk melaksanakannya.
JAKARTA, JUNI 2008
STUDI KELAYAKAN AKADEMIK SEKOLAH TINGGI ILMU KOMUNIKASI
A. PENDAHULUAN
Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasin Jakarta meskipun tergolong muda dan baru namun telah melalui kajian analitis di fakultas hokum dan fakultas teknik dalam mengantisipasi perkembangan global abad 21. Itu sebabnya Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi memiliki program pendidikan yang kompetitif dan inovatif.
Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi telah membuktikan pengabdiannya dalam bidang pendidikan untuk membnagu bangsa Indonesia dengan mempersiapkan sumber daya manusia yang bias mengisi dan menghadapi tantangan gllobalisasi. Kiprah Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi perlu terus dikembangkan dalam didiplin ilmu-ilmu lain untuk memberi kesempatan kepada generasi muda menentukan keahlian yang akan mereka miliki mengisi lapangan kerja yang semakin kompetitif.
Globalisasi yang membuat pasar bebas menuntut sumber daya manusia yang handal dalam segala bidang. Dampak globalisasi akan banyak merugikan bangsa Indonesia jika sumber daya manusia dalam negeri tidak siap bersaing dengan sumber daya manusia dari negara lain. Karena dalam era globalisasi dimungkinkan orang asing mengisi lowongan kerja yang ada di Indonesia.
Misalnya dalam perkembangan teknologi komunikasi. Di Indonesia, bidang ini sangat pesat dalam pertumbuhannya. Ahli-ahli yang di butuhkan untuk mengisi lapangan pekerjaan ini masih sangat kurang. Oleh karena itu perlu dibuka program studi yang mempersiapkan lulusannya menjadi ahli dalam bidang tersebut.
B. PROSPEK PROGRAM STUDI
Setelah reformasi bergulir di Indonesia, komunikasi di Indonesia berkembang sangat pesat. Hal ini terbukti dari tumbuhnya media massa sangat signifikan . Ratusan penerbit media massa berdiri, misalnya di setiap kabupaten sudah ada penerbitan media cetak. Kemudian 3 stasiun sudah melakukan siaran percobaan tahun 2001 ini dan beberapa stasiun lagi sedang mempersiapkan untuk mengudara. Di bidang penyiaraan radio tidak kalah cepat perkembangannya. Puluhan stasiun radio berdiri, dan beberapa stasiun radio sudah mampu menjangkau siaran nasional.
Perkembangan ini membutuhkan banyak sekali ahli komunikasi untuk mengisi lapangan kerja yang tersedia.
1. Prospek bidang Jurnalistik
Hingga saat ini yang tercatat secara resmi media massa sebagai berikut:
Dari gambar di atas dapat diketahui bahwa bidang jurnalistik memerlukan tenaga ahli yang sangat luas. Bila dirinci bidang-bidang keahlian yang menangani media massa meliputi Reporter, Editor, Photographer, Redaktur, presenter, Penyiar, Penyusun program acara siaran dan Kamerawan.
2. Prospek Bidang Hubungan Masyarakat
Seiring dengan perkembangan zaman dan semakin kompleksnya pekerjaan hampir di semua sektor kehidupan dipandang perlu dilakukan peningkatan kemampuan sumber daya manusianya.
Masalah demonstrasi, unjuk rasa, kerusuhan, dan tuntutan pegawai banyak terjadi belakangan ini. Penyebabnya juga beraneka ragam pada pihak karyawan atau buruh. Misalnya kelebihan pegawai –pegawainya yang tidak memiliki kemampuan, pegawai yang memiliki karakter agresifitas tinggi sehingga menjadi provokator terjadinya demonstrasi, PHK, gaji kurang, kondisi pekerjaan tidak layak dan monoton.
Demonstrasi, unjuk rasa, kerusuhan, dan tuntutan-tuntutan lainnya tidak terjadi secara tiba-tiba. Pasti ada proses sebelum terjadi tindakan-tindakan yang tidak diinginkan .Demonstrasi, unjuk rasa, kerusuhan, dan tuntutan lainnya dapat berakibat fatal bila tidak diambil jalan keluar . Masalah-masalah sosial dalam perusahaan harus di tangani dengan baik dan serius. Orang yang menanganinya juga memiliki kemampuan yang baik pula. Jarang sekali dalam perusahaan yang menyediakan lembaga Humas yang menjembatani hubungan antara perusahaan dengan pemegang saham, karyawan, perusahaan dengan karyawan atau buruh, perusahaan dengan pemerintah, perusahaan dengan pelanggan, perusahaan dengan konsumen, perusahaan dengan lingkungannya. Penanganan yang tidak serius atau sekedarnya akan mempercepat terjadinya konflik.
Humas yang baik adalah yang bisa mencium akan terjadinya kerusuhan, mengantisipasi demonstrasi, bisa mendeteksi tuntutan-tuntutan orang lain terhadap perusahaan, dan bisa mengendus adanya rumor di dalam perusahaan yang menjadi pemicu tindakan brutal. Selanjutnya dapat mencari format solusi pada tuntutan yang terjadi dan mengusulkan kepada pimpinan perusahaan, tindakan-tindakan alternatif penyelesaian.
Humas yang baik tidak bersebrangan dengan perusahaan. Karena itu, humas yang baik perlu diberi pembinaan yang antisipasif pada perkembangan jaman. Humas bukan hanya meng-klippingkan berita-berita, bukan hanya menerbitkan majalah, internal, bukan hanya protokoler, bukan hanya kepanitiaan suatu acara atau bukan MC. Bahkan banyak orang-orang yang di tempatkan dalam humas sebagai (mutasi) pembuangan karyawan yang kurang sejalan dengan pimpinan. Orang seperti ini tidak akan bekerja dengan baik dalam bidang kehumasan bahkan cfenderung menimbulkan masalah.
Karena itu setiap peruswahaan yang memiliki karyawan relatif banyak sangat memerlukan Humas yang baik. Bukan hanya sekedar nama, adanya lembaga Humas, tetapi tindakan-tindakan kehumasan yang benar-benar dijalankan di perusahaan. Bisa membangun hubungan yang baik dengan semua publik perusahaan dan bisa membangun citra (image). Bila tidak, konflik kepentingan akan semakin meningkat dan akibat fatal akan terjadi.
3. Prospek Bidang Periklanan
Berdasarkan informasi yang diperoleh biro iklan yang tercatat resmi sebanyak 232 perusahaan periklanan dan masih banyak yang belum tercatat di PPPI dengan pendidikan starta satu (S1). Hal ini menunjukkan masih banyak sekali tenaga kerja yang dibutuhkan dalam bidang ini.
Di sisi lain perkembangan ekonomi dari media massa akan membawa dampak yang sangat baik bag pertumbuhan periklanan di tanah air. Hal ini terbukti dari total belanja iklan selama tahun 1999 berjumlah Rp. 4,6 triliun meningkat menjadi RP. 5,9 triliun tahun 2000.
Pada tahun 2001 ditargetkan mencapai angka Rp. 7,7 triliun lebih, atau meningkat sebesar 30% ( Media Indonesia, 20 Juni 2001 ).
Hal lain yang mendukung prospek di bidang periklanan adalah makin berkembangnya industri media massa baik itu media cetak, seperti surat kabar, tabloid, majalah maupun media elektronik seperti stasiun televisi swasta yang semakin berkembang dan bertambah jumlahnya, demikian halnya dengan stasiun radio.
Dengan demikian bidang ini masih membutuhkan tenaga kerja yang sangat banyak.
C. TIDAK MEMBEBANI PEMERINTAH
Pembukaan program studi komunikasi tidak akan membebani pemerintah secara finansial, karena Sekolah Tinggi Komunikasi Jakarta telah memiliki sarana dan prasarana yang sudah memadai seperti gedung, tenaga pengajar, perpustakaan dan laboratorium.
Selain itu program studi ini dikelola oleh tenaga ahli dan berpengalaman di bidangnya. Penyusunan kurikulum disesuaikan dengan kebutuhan lapangan kerja. Karena sebagian besar pengajar adalah ahli komunikasi dan praktisi komunikasi.
D. MENGENDALIKAN PASOK LULUSAN
Dalam hal menjaga keseimbangan untuk tidak terjadi pasok lulusan berlebihan, dilakukan dengan membatasi jumlah penerimaan mahasiswa melalui seleksi, dengan selalu memperhatikan industri, media massa , kehumasan, dan periklanan.
Dalam upaya mengantisipasinya perkembangan ketiga program studi tersebut, maka dilakukan relokasi dengan asumsi bahwa komunikasi adalah core yang membawahi ketiga program studi tersebut.
Sementara untuk mengantisipasi kondisi tentatif terhadap mutu lulusan dilakukan seleksi yang ketat terhadap tenaga pengajar. Para pengajar diseimbangkan antara akademisi dan praktisi sehingga mereka bisa memberi jalan bagi alumni di dalam mencari lapangan kerja.
Alternatif lain, akan dibina hubungan dengan perusahaan yang bergerak dalam bidang komunikasi untuk membuat kerjasama dalam mengukur kualitas lulusan yang mereka harapakan.
E. MENJAGA PERSAINGAN SEHAT
Memperhatikan perguruan tinggi yang menyelenggarakan program studi ini akan dijalin kerjasama lintas perguruan untuk mendapatkan standarisasi kurikulum dan lulusannya. Sehingga ada persaingan yang sehat di antara sesama program studi komunikasi.
F. KONTRIBUSI LULUSAN KEPADA MASYARAKAT
Dalam hal memberi layanan kepada masyarakat dapat dikemukakan hampir semua bidang kehidupan berhubungan dengan komunikasi. Karena itu lulusan program studi komunikasi akan membantu masyarakat dalam menciptakan komunikasi. Karena itu lulusan program studi komunikasi akan membantu masyarakat dalam menciptakan komunikasi yang efektif dan efisien melalui tiga bidang kekhususan tadi.
Jurusan jurnalistik akan memberikan layanan pemberitaan yang baik dan benar sehingga masyarakat dengan mudah memahami segala persoalan yang muncul dan diberitakan di media massa.
Jurusan kehumasan akan memberi layanan membina hubungan yang baik antara sesama anggota masyarakat, baik dalam organisasi (internal) maupun di luar organisasi (eksternal). Dengan demikian akan tercipta saling pengertian antara semua pihak.
Jurusan periklanan akan memberi layanan dalam membantu perusahaan untuk memasarkan produk-produk dengan beriklan yang baik sehingga dapat meningkatkan keuntungan bagi perusahaan. Masyarakat pun akan secara tidak langsung akan merasa terbantu untuk menilai produk yang baik untuk mereka konsumsi.
G. KURIKULUM
Untuk mencapai tujuan pembukaan program studi ini telah disusun kurikulum ketiga bidang kekhususan dengan memperhatikan Kurikulum Operasional yang telah digariskan oleh pemerintah (terlampir)
H. PENUTUP
Berdasarkan uraian di atas kami menyimpulkan bahwa masih perlu dibuka program studi komuniksi di Sekolah Tinggi Komunikasi Jakarta dengan tiga bidang bidang kekhususan, jurnalistik, hubungan antar masyarakat, dan periklanan.
Untuk itu kami mohon agar Bapak mengijinkan kami untuk melaksanakannya.
Subscribe to:
Posts (Atom)
PENERAPAN ILMU FORENSIK DALAM HUKUM PIDANA
Terbentuknya keyakinan hakim dalam menjatuhkan putusan pidana didasarkan pada hasil pemeriksaan alat-alat bukti yang dikemukakan pada pros...