Search This Blog

Loading...

10/12/14

Analisa Kasus (Pasal 339 KUHP)

KASUS
Pada tanggal 24 Mei 2008 salah seorang ABG di Blitar menjadi korban pemerasan. Pelakunya 2 orang dengan mengendarai sepeda motor. Korban diminta untuk menyerahkan
dompet dan handphone. Oleh karena korban masih mempertahankan handphonenya, pelaku
lantas mengeluarkan sebilah pisau panjang dan memberikan ancaman kepada
korban. Sesaat setelah ancaman itu dilontarkan kepada korban, pelaku menusukkan
pisau tersebut ke bagian perut korban. Akibatnya, korban bersimbah darah dan
akhirnya nyawa korban tidak tertolong. Setelah berhasil menguasai barang, kedua
pelaku melarikan diri.

Analisis Tindak Pidana Aborsi

1.      PENDAHULUAN
Dalam Pasal 28 (a) Undang-Undang Dasar  1945  yang  berbunyi  setiap  orang  berhak  untuk  hidup  serta  berhak mempertahankan hidup dan  kehidupannya. Mengisyaratkan bahwa konstitusi negeri ini melindungi hak hidup warga negara, Dengan hak hidup itu negara akan menjaga dan melindungi hak hidup setiap warganya, sehingga negara melalui alat negara  penegak  hukum  akan  bertindak  apabila  ada   dan  diketahui  terjadi penghilangan hak hidup manusia.
Berbanding lurus dengan hal tersebut, seperti yang dijelaskan dalam Al Qur’an Surat Al Maidah ayat 32:
Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, Maka seakan-akan Dia telah membunuh manusia seluruhnya. dan Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, Maka seolah-olah Dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. dan Sesungguhnya telah datang kepada mereka Rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.

Analisis Putusan Tindak Pidana Pencurian dengan Kekerasan

(Putusan Nomor: 78/Pid.B/2013/PN.Ska)

Oleh: Mahrus Ali(Alumni Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia)
Analisis kasus di bawah ini merupakan kasus perkosaan yang melibatkan Ranto (bukan nama sebenarnya) dan Kasno (bukan nama sebenarnya) terhadap saksi korban perkosaan yang merupakan difabel rungu wicara. Tindakan terjadi pada Selasa, 12 Desember 2013 di daerah Mojosongo, Surakarta. Dalam tindakan perkosaan tersebut juga terjadi kasus pencurian terhadap uang yang dimiliki oleh saksi korban perkosaan. Namun, dalam proses hukumnya terdakwa hanya didakwa pasal tentang pencurian, kekerasan seksual berupa perkosaan tidak ada dalam tuntutan kasus.
Berdasarkan posisi kasus tersebut, Jaksa Penuntut Umum kemudian mendakwa terdakwa dengan dakwaan subsidaritas, yaitu primair melanggar Pasal 365 ayat (2) ke-2 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dan subsidair melanggar Pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP tentang pencurian yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang bersekutu.

Analisis Kasus Pidana Tindak Pencurian

Kasus 2 : PENCURIAN
Perampok Jarah Kantor Dinkes Gresik
Laporan wartawan Kompas Adi Sucipto
Sabtu, 4 Desember 2010 | 13:44 WIB
GRESIK, KOMPAS.com — Kawanan perampok pada Sabtu (4/12/2010) pukul 04.00 beraksi di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik. Dua anggota Satuan Polisi Pamong Praja yang bertugas diplakban mata dan mulutnya serta diikat tali rafia.
Pelaku berhasil membawa kabur uang tunai Rp 6,7 juta di laci. Kasus itu terungkap sekitar pukul 08.00 saat sebagian pegawai akan beraktivitas di kantor, lalu peristiwa itu dilaporkan ke polisi.
Awalnya, petugas jaga Sunaryoto dan Rahmat didatangi empat orang yang membawa celurit dan parang. Keduanya sempat melawan, tetapi tidak bisa berkutik. Selain kalah banyak, keduanya juga khawatir karena pelaku juga mengancam dengan senjata tajam.
Keduanya diringkus pelaku, mulut dan mata diplakban, serta tangan dan kaki diikat tali rafia. Petugas jaga lainnya, Nawawi, memilih sembunyi saat perampok beraksi membuka laci dan mengubrak-abrik isinya.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik Sugeng Widodo, pelaku hanya berhasil menemukan uang tunai Rp 6,7 juta. Kepala Kepolisian Resor Gresik Ajun Komisaris Besar Jakub Prajogo menyatakan, polisi masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan. Dari tempat kejadian perkara, polisi mendapatkan plakban dan tali rafia.